Tim dosen Politeknik Negeri Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Bumirejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, dengan menghadirkan inovasi alat perendam biji merica otomatis berbasis teknologi sensor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas panen merica sekaligus meringankan beban kerja petani dalam proses pascapanen.
Selama ini, petani merica di Bumirejo masih menggunakan metode perendaman tradisional yang membutuhkan waktu hingga 14 hari dan berisiko menurunkan mutu biji merica, baik dari segi warna, aroma, maupun kebersihan. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian merancang alat perendam otomatis yang dilengkapi sensor suhu, sensor kekeruhan, pompa sirkulasi, dan solenoid valve. Teknologi ini memungkinkan pergantian air rendaman berlangsung secara otomatis sesuai tingkat kekeruhan, sehingga kualitas biji merica tetap terjaga. Hasil penerapan menunjukkan bahwa proses perendaman dapat dipersingkat menjadi 5 hari dengan enam kali pergantian air otomatis. Selain lebih efisien, biji merica yang dihasilkan memiliki kualitas warna lebih cerah dan aroma lebih terjaga dibandingkan dengan metode manual.
Kegiatan ini juga diikuti dengan pelatihan teknis bagi petani mitra agar mampu mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri. Melalui inovasi teknologi tepat guna ini, diharapkan produk merica dari Desa Bumirejo memiliki daya saing lebih tinggi dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani setempat


Tinggalkan komentar