MALANG, Tugumalang.id – Tim Pengbadian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kegiatan pelatihan bertajuk Peningkatan Kualitas Produksi Jamu Kunyit Asam Cahaya Rasa pada 13-14 September 2025.
Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan Tim PKM Polinema bertempat di Dusun Nongkosongo RT.34 RW.09, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Pelaksaanaan kegiatan ini, Tim PKM Polinema diketuai oleh dosen Teknik Elektro Polinema, Mila Fauziyah dan beranggotakan Supriatna Adhisuwignjo, Ratna Ika Putri, Anindya Dwi Risdhayanti, Wirawa, serta dosen Akuntansi Polinema, Annisa Fitriana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan peran aktif mahasiswa.

Program PPM ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Cahaya Rasa selaku mitra kegiatan PPM yang bergerak di usaha jamu kunyit asam.
“PPM ini memberi manfaat bagi mitra, masyarakat sekitar, sekaligus Tim PKM (Polinema). Bagi mitra kualitas usaha bisa meningkat dan terbuka peluang kerja sama lebih luas,” ujar Mila.
Tidak hanya bagi pelaku UMKM, Mila juga berharap mahasiswa Polinema yang mengikuti program ini mendapatkan pengalaman langsung dari lapangan, guna mendukung program Kampus Berdampak.
“Bagi mahasiswa kegiatan ini menjadi pembelajaran langsung melalui project based learning, sehingga mendukung program Kampus Berdampak,” ungkapnya.
Permasalahan UMKM dan Bantuan Teknologi Tepat Guna
UMKM Cahaya Rasa tengah menghadapi beberapa masalah yakni pertama, adalah proses produksi jamu yang masih konvensional. Mulai dari pemasakan hingga pengemasan jamu kunyit asam. Masalah kedua yang dihadapi adalah manjemen pengelolaan usaha dalam bentuk pembukuan yang belum teratur.
Mengingat UMKM Cahaya Rasa memiliki beberapa produk makanan, selain minuman. Sehingga, pembukuan manual yang tercampur menjadi satu tanpa pengelompokan membuat analisis pasar, kebutuhan, dan analisis prioritas produk tidak dapat dibuat.
Hal ini menjadi masalah yang cukup serius, apabila tidak segera diperbaiki karena dapat mengakibatkan penurunan kapasitas produksi.

Melihat permasalahan tersebut, Tim PKM Polinema menawarkan beberapa solusi. Pertama, bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam bentuk alat perebusan, penyaring, dan pengemasan jamu kunyit asam yang dilakukan secara otomatis dan semi otomatis, melalui pemanfaatan metode Proportional Integral Derivative (PID) diharapkan dapat membantu proses produksi lebih standar dan lebih cepat.
Persiapan alat dilaksanakan di kampus Polinema, bengkel, dan laboratorium Prodi Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro, dilanjutkan setting alat di mitra. Kemudian pelatihan dan pendampingan untuk pengoperasian dan perawatan dari TTG serta pelatihan dan pendampingan manajemen pengelolaan usaha atau pembukuan.

Pemilik UMKM Cahaya Rasa, Ernawati menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. “Bantuan ini menjadi solusi nyata atas permasalahan usaha kami. Harapannya kegiatan ini berlanjut agar produksi jamu bisa lebih lancar, berkualitas, dan mampu meningkatkan pendapatan,” terangnya.
Dengan pelaksanaan kegiatan PPM ini, diharapkan UMKM Cahaya Rasa dapat menjadi contoh bagi UMKM lain dalam mengelola usaha dan dapat berkembang serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Sumber : https://tugumalang.id/ : Tingkatkan Kualitas Produk UMKM, Tim PKM Polinema Gelar Pelatihan Peningkatan Kualitas Produksi Jamu

Tinggalkan komentar