Malang — Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang (Muhammad Rifa’I, Hari Kurnia Safitri dan Doddy Maulana) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat dalam Pengelolaan Panggung Kesenian yang Berbasis Kearifan Lokal.”

Penerapan Teknologi Solar Cell untuk Kemandirian Energi Desa

Salah satu fokus utama kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tulusbesar adalah pemasangan sistem lampu penerangan berbasis tenaga surya (solar cell) di area panggung kesenian desa. Penerapan teknologi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian energi, terutama di wilayah yang memiliki intensitas kegiatan masyarakat pada malam hari. Sistem solar cell yang dipasang terdiri dari panel surya, baterai penyimpan daya, serta unit kontrol otomatis yang memungkinkan lampu menyala secara otomatis ketika malam tiba.
Dengan sistem ini, panggung kesenian tidak lagi bergantung pada pasokan listrik PLN, sehingga dapat menghemat biaya operasional sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di tingkat desa.

Pelatihan Teknis Perawatan Lampu Solar Cell

Selain pemasangan perangkat, tim pengabdian juga menyelenggarakan pelatihan teknis perawatan sistem solar cell yang diikuti oleh warga, perangkat desa, serta kelompok pemuda setempat. Pelatihan ini meliputi pemahaman dasar mengenai prinsip kerja panel surya, cara memeriksa kondisi baterai, pembersihan permukaan panel agar tetap efisien, serta pengecekan kabel dan sambungan listrik.
Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu melakukan pemeliharaan mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pihak luar. Kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik yang telah dibangun.

Pemasangan Lampu Hias untuk Estetika dan Identitas Budaya

Sebagai pelengkap, tim juga melakukan pemasangan lampu hias di sekitar area panggung kesenian. Pemasangan ini tidak hanya berfungsi untuk memperindah tampilan panggung, tetapi juga untuk menciptakan suasana yang lebih hidup saat malam hari. Desain pencahayaan dibuat dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal dan keindahan visual, sehingga panggung kesenian menjadi ikon baru desa yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan beraktivitas.
Kini, panggung tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan budaya seperti latihan tari tradisional, pertunjukan musik, pementasan drama, dan acara kemasyarakatan lainnya.

Tinggalkan komentar